Budaya dan Tradisi Jepang dalam Lintasan Sejarah Panjang
cefoimvalencia.com – Budaya dan Tradisi Jepang dalam Lintasan Sejarah Panjang
Negara ini berhasil menjaga warisan leluhur sambil tetap beradaptasi dengan modernitas.
Dari upacara minum teh hingga festival rakyat, budaya Jepang terbentuk melalui
perjalanan sejarah yang panjang dan penuh dinamika.
Akar Budaya Jepang pada Zaman Kuno
Budaya Jepang bermula sejak zaman Jōmon dan Yayoi, ketika masyarakat mulai mengenal pertanian,
kerajinan tembikar, serta kepercayaan animisme. Kepercayaan Shinto, yang memuja roh alam atau kami,
menjadi Pondasi spiritual masyarakat Jepang dan masih di praktikan hingga saat ini.
Masuknya pengaruh Buddha dari Tiongkok dan Korea pada abad ke-6 turut membentuk seni, arsitektur, dan filsafat Jepang. Perpaduan antara Shinto dan Buddha menciptakan karakter budaya Jepang yang harmonis dan penuh keseimbangan.
Pengaruh Samurai dalam Tradisi Jepang
Pada periode feodal, khususnya era Kamakura hingga Edo, kelas samurai memegang
peranan penting dalam sejarah Jepang.
Seni dan Budaya Jepang Klasik
Budaya Jepang juga tercermin dalam berbagai bentuk seni tradisional.
Teater Noh dan Kabuki, kaligrafi (shodō), ikebana, serta seni lukis ukiyo-e berkembang pesat pada zaman Edo.
Tradisi dan Festival Jepang yang Terjaga
Jepang memiliki ribuan matsuri atau festival tradisional yang dirayakan sepanjang tahun.
Festival ini biasanya berkaitan dengan musim, panen, atau perayaan keagamaan Shinto dan Buddha
BACA JUGA : belajar-budaya-italia-yang-wajib-kamu-tahu